Kesempatan kali ini akan membahas tentang bunga yang
tentunya tidak kalah dengan bunga populer seperti mawar maupun tulip. Bunga ini
dijuluki dengan bunga “November” karena mekar pada musim gugur maupun bunga "EMAS" karena warnanya yang kuning, dijogja bunga
ini cukup familiar dan banyak digunakan pada acara penting seperti pernikahan,
dekorasi panggung maupun acara lainnya bahkan di kota pendidikan ini bunga
krisan telah dikembangkan. Lebih jelasnya Read it:
KRISAN
Krisan atau sering disebut seruni maupun krisantemum adalah sejenis tumbuhan berbunga
yang sering ditanam sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik. The
Chrysanthemum memiliki dalam bahasa Yunani Awalan Yunani “Chrys” berarti emas
dan “Anthemion” berarti bunga. Warna asli krisan keemasan. Namun krisan saat
ini sudah berkembang menjadi beraneka macam warna dari merah, kuning, ungu,
putih bahkan gradasi yangtak kalah cantik dengan bunga mawar dan ini wujud dari
inovatif para pembudaya tanaman.
PERKEMBANGAN KRISAN
Krisan merupakan salah satu bunga tertua yang
dibudidayakan. Bunga ini berperan penting dalam kehidupan serta kebudayaan Cina
dan Jepang selama 3.000 tahun yang lalu.
Pada tahun 1843 tanaman krisan diintroduksi ke Inggris oleh Robert
Fortune dan menjadi salah satu tetua krisan spray dan pompon yang dikenal saat
ini. Sebelumnya beberapa pemulia di Inggris dan Belanda mencoba memuliakan
beberapa jenis Krisan lokal. Di Amerika, Smith sudah mencoba menyilangkan
sendiri varietas-varietas komersil sejak tahun 1889. Tidak kurang dari 500
varietas dihasilkannya, beberapa diantaranya masih bertahan hingga saat ini
(Kofranek, 1980).
Bunga krisan yang dikenal sekarang merupakan
hibrida-hibrida yang kompleks berasal dari pemuliaan tanaman selama puluhan
tahun. Dewasa ini, bunga krisan yang beredar di Florist sudah jauh berbeda dari
tetuanya di masa lampau. Variasi bentuk dan warna krisan begitu menakjubkan,
seolah-olah tidak ada habisnya kultivar baru diperkenalkan setiap tahun.
Salah satu arena pameran kultivar baru krisan yang
terkenal adalah di Aalsmeer, Belanda. Setiap akhir tahun selalu dipromosikan
kultivar-kultivar krisan yang akan dijual pada tahun berikutnya. Sedikitnya
sepuluh kultivar krisan baru diperkenalkan setiap tahun. Dalam arena itu,
petani maupun penggemar krisan dapat memilih kultivar yang sesuai dengan
seleranya dan memesan bibitnya.
Bibit
krisan yang diperjualbelikan harus berdasarkan kontrak tertulis. Isi kontrak
tersebut antara lain pembeli bibit hanya boleh membeli bibit tersebut untuk
ditanam sebagai produksi bunga potong saja. Dengan perkataan lain, bibit yang
ditanam tidak boleh dijadikan pohon induk untuk dibibitkan kembali. Bagi yang
ingin membibitkan kembali harus menandatangani suatu perjanjian dan membayar
sejumlah royalti untuk setiap batang bibit yang diperbanyaknya. Ketentuan ini
berlaku secara universal melalui Plant Variety Protection (PVP) yaitu suatu
perlindungan terhadap hak-hak pemulia yang menciptakannya (Fides, 1990).
FILOSOFI DAN ARTI KRISAN
Diambil
dari filosofi bentuk bunganya yang memiliki begitu banyak mahkota dengan
berbagai macam ukuran yang bersatu dan bersumber dari kelopaknya yang besar.
Maknanya, apapun perbedaan yang ada, jika memang hatinya telah terpaut dalam
sebuah persahabatan, maka selamanya akan tetap bersatu. Bunga yang paling kerap
menghiasi acara pernikahan ini sebenarnya memiliki arti persahabatan yang
sejati.
menurut
ilmu feng shui bunga seruni atau krisan ini dapat membawa kebahagiaan dan tawa
di dalam keluarga. Bunga krisan juga mempunyai arti keceriaan, pesona, optimis,
kelimpahan, keberuntungan, persahabatan dan cinta rahasia.
Merah : Cinta
Putih : kejujuran/kebenaran, setia
Kuning : cinta yang bertepuk
sebelah tangan
Ungu : keinginan kuat unuk sehat
PEMBUDIDAYAAN
KRISAN DI YOGYAKARTA
Budidaya
krisan di Yogyakarta belum banyak dijumpai namun ada beberapa petani yang tertarik
dengan bunga yang cantik ini contohnya di daerah kulon progo tepatnya di daerah
bukit menoreh di Desa Hargobinangu,
kulon progo, sleman. Pembudidayaan di daerah ini berkembang baik, telah
bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)
melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) serta BPTP Yogyakarta, dan
Dinas Pertanian Kabupaten Kulonprogo.
Hingga
kini setidaknya terdapat beberapa varietas dari Balithi yang telah berkembang
di kawasan tersebut antara lain Puspita Nusantara, Sakuntala, Puspita Pelangi,
Ratna Hapsari, Cintamani, Kusumapatria, Sasikirana dan varietas introduksi
lainnya.
Selain
di kawasan bukit menoreh, budidaya krisan juga berkembang baik di Desa
Hargobinangun, Kabupaten Sleman. Pada tahun 2010 BPTP Yogyakarta telah
bekerjasama dengan Balithi dalam kegiatan pemuliaan partisipatif klon klon
krisan terpilih hasil pemuliaan Balithi.
Kegiatan
berlokasi di Unit Pelayanan Teknis Daerah Balai Pengembangan Pertanian Tanaman
Pangan dan Hortikultura (UPTD-BPPTPH), Dusun Ngipiksari, Desa Hargobinangun,
Kabupaten Sleman, pada elevasi 800 - 900 m dpl. Pada kegiatan tersebut
dilakukan uji preferensi stakeholder (pemerintah, petani, pedagang, konsumen)
terhadap 10 klon baru bunga potong krisan hasil pemuliaan tanaman Balithi.
Si bunga Emas ini di tangan para peneliti dan petani jogja berubah menjadi pelangi dengan bunga beraneka macam warna,.Tentunya sebagai warga jogja sangat bangga melihat perkembangan dan pembudidayaan krisan saat ini.
Source: Google,litbang.pertanian.go.id

No comments:
Post a Comment