Sunday, May 24, 2015

Transformasi Emas Jadi Pelangi "KRISAN/SERUNI"


Kesempatan kali ini akan membahas tentang bunga yang tentunya tidak kalah dengan bunga populer seperti mawar maupun tulip. Bunga ini dijuluki dengan bunga “November” karena mekar pada musim gugur maupun bunga "EMAS" karena warnanya yang kuning, dijogja bunga ini cukup familiar dan banyak digunakan pada acara penting seperti pernikahan, dekorasi panggung maupun acara lainnya bahkan di kota pendidikan ini bunga krisan telah dikembangkan. Lebih jelasnya Read it:

KRISAN
Krisan atau sering disebut seruni maupun  krisantemum adalah sejenis tumbuhan berbunga yang sering ditanam sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik. The Chrysanthemum memiliki dalam bahasa Yunani Awalan Yunani “Chrys” berarti emas dan “Anthemion” berarti bunga. Warna asli krisan keemasan. Namun krisan saat ini sudah berkembang menjadi beraneka macam warna dari merah, kuning, ungu, putih bahkan gradasi yangtak kalah cantik dengan bunga mawar dan ini wujud dari inovatif para pembudaya tanaman.  

PERKEMBANGAN KRISAN
Krisan merupakan salah satu bunga tertua yang dibudidayakan. Bunga ini berperan penting dalam kehidupan serta kebudayaan Cina dan Jepang selama 3.000 tahun yang lalu.  Pada tahun 1843 tanaman krisan diintroduksi ke Inggris oleh Robert Fortune dan menjadi salah satu tetua krisan spray dan pompon yang dikenal saat ini. Sebelumnya beberapa pemulia di Inggris dan Belanda mencoba memuliakan beberapa jenis Krisan lokal. Di Amerika, Smith sudah mencoba menyilangkan sendiri varietas-varietas komersil sejak tahun 1889. Tidak kurang dari 500 varietas dihasilkannya, beberapa diantaranya masih bertahan hingga saat ini (Kofranek, 1980).
Bunga krisan yang dikenal sekarang merupakan hibrida-hibrida yang kompleks berasal dari pemuliaan tanaman selama puluhan tahun. Dewasa ini, bunga krisan yang beredar di Florist sudah jauh berbeda dari tetuanya di masa lampau. Variasi bentuk dan warna krisan begitu menakjubkan, seolah-olah tidak ada habisnya kultivar baru diperkenalkan setiap tahun.
Salah satu arena pameran kultivar baru krisan yang terkenal adalah di Aalsmeer, Belanda. Setiap akhir tahun selalu dipromosikan kultivar-kultivar krisan yang akan dijual pada tahun berikutnya. Sedikitnya sepuluh kultivar krisan baru diperkenalkan setiap tahun. Dalam arena itu, petani maupun penggemar krisan dapat memilih kultivar yang sesuai dengan seleranya dan memesan bibitnya.
Bibit krisan yang diperjualbelikan harus berdasarkan kontrak tertulis. Isi kontrak tersebut antara lain pembeli bibit hanya boleh membeli bibit tersebut untuk ditanam sebagai produksi bunga potong saja. Dengan perkataan lain, bibit yang ditanam tidak boleh dijadikan pohon induk untuk dibibitkan kembali. Bagi yang ingin membibitkan kembali harus menandatangani suatu perjanjian dan membayar sejumlah royalti untuk setiap batang bibit yang diperbanyaknya. Ketentuan ini berlaku secara universal melalui Plant Variety Protection (PVP) yaitu suatu perlindungan terhadap hak-hak pemulia yang menciptakannya (Fides, 1990).

FILOSOFI DAN ARTI KRISAN
Diambil dari filosofi bentuk bunganya yang memiliki begitu banyak mahkota dengan berbagai macam ukuran yang bersatu dan bersumber dari kelopaknya yang besar. Maknanya, apapun perbedaan yang ada, jika memang hatinya telah terpaut dalam sebuah persahabatan, maka selamanya akan tetap bersatu. Bunga yang paling kerap menghiasi acara pernikahan ini sebenarnya memiliki arti persahabatan yang sejati.
menurut ilmu feng shui bunga seruni atau krisan ini dapat membawa kebahagiaan dan tawa di dalam keluarga. Bunga krisan juga mempunyai arti keceriaan, pesona, optimis, kelimpahan, keberuntungan, persahabatan dan cinta rahasia.
Merah : Cinta
Putih : kejujuran/kebenaran, setia
Kuning : cinta yang bertepuk sebelah tangan
Ungu : keinginan kuat unuk sehat

PEMBUDIDAYAAN KRISAN DI YOGYAKARTA



Budidaya krisan di Yogyakarta belum banyak dijumpai namun ada beberapa petani yang tertarik dengan bunga yang cantik ini contohnya di daerah kulon progo tepatnya di daerah bukit menoreh  di Desa Hargobinangu, kulon progo, sleman. Pembudidayaan di daerah ini berkembang baik, telah bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) serta BPTP Yogyakarta, dan Dinas Pertanian Kabupaten Kulonprogo.

Hingga kini setidaknya terdapat beberapa varietas dari Balithi yang telah berkembang di kawasan tersebut antara lain Puspita Nusantara, Sakuntala, Puspita Pelangi, Ratna Hapsari, Cintamani, Kusumapatria, Sasikirana dan varietas introduksi lainnya.

Selain di kawasan bukit menoreh, budidaya krisan juga berkembang baik di Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman. Pada tahun 2010 BPTP Yogyakarta telah bekerjasama dengan Balithi dalam kegiatan pemuliaan partisipatif klon klon krisan terpilih hasil pemuliaan Balithi.

Kegiatan berlokasi di Unit Pelayanan Teknis Daerah Balai Pengembangan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTD-BPPTPH), Dusun Ngipiksari, Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman, pada elevasi 800 - 900 m dpl. Pada kegiatan tersebut dilakukan uji preferensi stakeholder (pemerintah, petani, pedagang, konsumen) terhadap 10 klon baru bunga potong krisan hasil pemuliaan tanaman Balithi.

Si bunga Emas ini di tangan para peneliti dan petani jogja berubah menjadi pelangi dengan bunga beraneka macam warna,.Tentunya sebagai warga jogja sangat bangga melihat perkembangan dan pembudidayaan krisan saat ini. 










Source: Google,litbang.pertanian.go.id