Tuesday, June 4, 2013

Kutipan Drama Part 1

1.To the Beautiful to You 



 “Aku lebih suka melihatmu tersenyum daripada aku sendiri yang tersenyum"

"Keajaiban adalah nama lain dari kerja keras"

"Jangan mmbuat masalah menjadi sulit dipecahkan. Lihatlah dengan sederhana dan kau akan menemukan jawaban"

"Kau tahu kenapa kau tak pernah menang? Itu karna kau selalu memikirkan dirimu sendiri"

"Perbuatanku atau perkataanku membuatmu kecewa, aku harap kamu tidak membenciku."

"Yakinlah, kalau kau tulus, orang lain juga akan menghargai ketulusanmu"

"Bahkan kalau kau terluka, luka dihatimu pasti akan sembuh seiring berjalannya waktu"

"aku akan menutup perasaanku dan mendapatkan orang yang lebih baik darimu. Karena tak ada alasan bagiku untuk selalu menunggumu"

"Karna kau adalah keajaibanku. Asalkan kau ada disisiku, itu seperti keajaiban bagiku"

"Hidup itu seperti espresso tanpa gula....Pahit" 

"Hanya 2 detik waktu yang kau butuhkan untuk jatuh cinta, setelah itu, kau akan memberikan separuh hatimu kepadanya"

"Mskipun kau begitu menyukainya, tapi kalau dia tdk bahagia saat disisimu, kau harus rela melepasnya"

"Menyakitkan, jika mengejar dan menyukai seseorang yang mengatakan tidak pernah menginginkanmu"

2. I miss you 






Aku tidak menangis karena sedih, tapi karena angin. Angin yang membuat mataku berair. 

Apa kau pikir menyembunyikan wajahmu adalah segalanya? Apa kau pikir menyembunyikan kakimu adalah segalanya?


Jangan menangis. Kau akan menangis karena angin bertiup kan? Angin yang membuatmu menangis. 


Rumahku sangat besar. Sampai angin dingin juga bertiup di dalam rumah dan itu membuatku menangis


“Sudah ku bilang yang kau butuhkan hanya satu teman, kalau hanya seperti ini tak akan membuatku takut. Kalau aku mulai benar-benar takut saat itulah aku akan mengabaikanmu”



“Aku suka, aku tidak suka. Aku suka, aku tidak suka. Aku suka. Kalau tetesan hujan turun dan menciptakan lima gelombang, itu berarti aku menyukaimu. Aku merasa malu, tapi aku akan memberitahumu ketika hujan. Itulah hadiah kecilku untukmu.”


Aku berharap kalau hari ini hujan. Aku terus memikirkanmu. Angin berhembus, aku memikirkanmu. Karena angin membuat mataku berair, aku memikirkanmu. Saat aku kelelahan berlari, aku memikirkanmu. Saat lampu berkedip, aku memikirkanmu. Dari lampu rumahku dibutuhkan 280 langkah, aku memikirkanmu.


“Aku tak berani memimpikan apapun. Tapi ada satu hal yang aku ingin lakukan. Yaitu orang yang tak kelihatan.


“Janganlah menangis walau itu menyiksa matamu. Aku akan selalu berada di sisimu.Lee Soo Yeon, si tak nampak akan selalu nampak di hadapan Jung Woo


“Aku selau lelah, hingga aku tak mau mengingatnya. Tapi setelah aku melihatnya lagi sekarang, rasanya sangat menyenangkan melihatnya lagi.”

“Walau ayah saya adalah seorang pembunuh, tapi saya tak mungkin membunuh orang lain.” 


“Hanya karena ini bukan jenis cinta yang kau inginkan, bukan berarti aku tak pernah menyayangimu. Bagiku dan bagimu.. kita adalah satu-satunya keluarga yang kita miliki. Aku tak berpikir kalau semua di dirimu adalah kebohongan.”


“Apakah memberi maaf itu sedemikian mudahnya? Karena aku tahu, akan butuh waktu selamanya hingga orang itu memaafkan aku, maka aku akan berada di sisinya. Menunggu dan terus menunggu.” 

“Pelakunya sudah ditangkap. Tapi mengapa hatiku sangat sakit sekali? Yang ingin kukatakan sekarang adalah terimakasih karena kau tetap hidup. Terima kasih karena memungkinkan untukku untuk menunggumu.” 


“Semuanya akan menjadi lebih baik jika kita terus mencoba. Melupakan juga, akan lebih bagus kalau aku terus mencoba, kan? Tak sekalipun aku pernah memikirkan itu, aku harus melupakannya.”



“Jangan berpikir kalau aku akan menunggumu selamanya. Jika ia membuatmu menangis sekali lagi.. aku tak akan menunggumu untuk kembali. Aku akan datang untuk membawamu pergi bersamaku.”



“Cinta pertama? Ini bukan cinta pertama. Karena dulu aku melarikan diri seperti pengecut, cinta itu .. aku belum memulainya. Karena itulah aku mencarinya. Untuk mencintainya dengan benar.” 


“Swaaaa… Untuk sesaat, lupakan semua kenangan buruk yang terjadi kemarin, dan marilah buat kenangan baik di hari ini.”

“Saat itu kau berdiri menundukkan kepala, walaupun kau sama sekali tak berdosa. Tapi aku tak akan pernah menundukkan kepala karena (dosa) ayahku. Soo Yeon-ah.. Marilah kita saling mencintai, lebih dari yang sebelumnya.”